Polisi Bekuk Pembunuh Pasutri di Sumbawa: Pelarian Terhenti karena Motor Kehabisan Bensin – SUMBAWA – Tragedi memilukan terjadi di Lingkungan Raberas, Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Minggu (23/5/2026) dini hari. Sepasang suami istri lanjut usia ditemukan tewas bersimbah darah di rumah mereka . Kini, pelarian terduga pelaku berinisial H (17) yang merupakan teman cucu korban, berhasil dihentikan oleh aparat kepolisian dengan cara yang tidak terduga .
Baca Juga: Dendam Cinta Tak Direstui, Pemuda di Buleleng Nekat Bakar Mobil dan Kandang Sapi
Dari hasil penelusuran, kronologi kejadian bermula sekitar pukul 01.00 Wita. Saat itu, cucu korban berinisial R bersama temannya, H, sedang berada di dalam rumah. R kemudian pamit keluar untuk mengambil charger ponsel di rumah rekannya yang lain. Tak berselang lama, R kembali bersama rekannya. Namun, pemandangan mengerikan justru mereka saksikan .
H terlihat berada di kamar mandi luar rumah dalam kondisi mencurigakan. Ia tampak tengah membersihkan bercak darah yang menempel pada hoodie yang dikenakannya. Mengetahui aksinya dipergoki, H sempat mengejar R dan rekannya, namun keduanya berhasil meloloskan diri. Ketika R berani masuk kembali ke dalam rumah, ia mendapati kakek dan neneknya, Rahman Nur (64) dan Siti Hajar (62), sudah tergeletak tak bernyawa .
Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini melalui Kasatreskrim AKP Dwi Kurniawan Kusuma Putra membenarkan kejadian tersebut dan langsung mengerahkan tim ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). “Mendapat laporan kami langsung turun ke lokasi. Mengevakuasi kedua korban ke RSUD Sumbawa dan melakukan olah TKP,” ujar Dwi, Minggu (23/5/2026) .
Petugas menemukan sebilah parang berlumuran darah di dekat jasad korban serta kondisi lemari rumah yang berantakan. Hal ini mengindikasikan adanya percobaan pencurian sebelum aksi penganiayaan berat tersebut dilakukan .
Pelarian H tidak berlangsung lama. Setelah melarikan diri menggunakan sepeda motor, H menuju arah Kecamatan Alas. Namun, di tengah perjalanan, kendaraan yang dikendarainya mogok karena kehabisan bahan bakar. Ia kemudian meninggalkan motor tersebut begitu saja di Dusun Tengkal, Desa Dalam, Kecamatan Alas .
Gerak-gerik mencurigakan H yang mondar-mandir di lokasi tersebut membuat warga setempat curiga. Sekitar pukul 05.15 Wita, Kepala Dusun Tengkal melaporkan dugaan pencurian tersebut ke Polsek Alas. Warga sempat meneriaki H sebagai “maling”. Pelariannya pun berakhir sekitar pukul 06.30 Wita ketika ia kembali ke lokasi dan langsung diamankan oleh perangkat desa setempat sebelum diserahkan kepada pihak kepolisian .
Saat dilakukan pemeriksaan awal di Polsek Alas, H mengaku bukan pelaku pencurian, melainkan sedang dalam pelarian usai melakukan penganiayaan berat di Lingkungan Raberas yang menewaskan dua korban .