Berakhir Tragis: “Bang Jago” Pemalak Plat B di Dago Atas, Aksi Minuman Keras Berujung Bui

Berakhir Tragis: “Bang Jago” Pemalak Plat B di Dago Atas, Aksi Minuman Keras Berujung Bui – Sepanjang pekan lalu, jagat maya dihebohkan oleh sebuah video viral yang memperlihatkan aksi premanisme di kawasan Dago Atas, Kota Bandung. Dalam rekaman tersebut, terlihat seorang pria dengan gaya “koboi” mengadang sebuah mobil berpelat nomor B (Jakarta) dan meminta uang secara paksa dengan dalih keamanan.

Baca Juga: Pengusaha Korsel Tewas di Bekasi, Mantan Istri Caleg Jadi Otak di Balik Perintah Bunuh

Kini cerita itu telah menemukan babak akhir. Pelaku yang sempat mengintimidasi pengendara itu telah resmi ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polsek Coblong. Hasil penyelidikan mengungkap fakta mengejutkan di balik aksi brutalnya: motif uang untuk membeli minuman keras (miras).


📝 Kronologi: Terjebak Kemacetan dan Teror Dago

Peristiwa nahas itu terjadi pada Sabtu (23/5/2026) malam, saat euforia kemenangan Persib Bandung sebagai juara Super League 2025/2026 masih meluap di jalanan . Korban, seorang pengendara asal luar kota yang tengah bertugas, terjebak kemacetan panjang di Jalan Ir. H. Juanda (Dago) usai makan malam .

Di tengah himpitan massa dan konvoi suporter, seorang pria berkaus atribut Persib, yang belakangan diketahui bernama Demon, langsung mengadang laju mobil korban. Dalam video yang viral, Demon yang hanya mengenakan syal di leher terlihat menghampiri sisi sopir .

Di tengah aroma alkohol yang menyengat dari tubuhnya, Demon memulai aksi pemalakan. Ia tidak hanya meminta uang, tetapi juga melontarkan ancaman serius jika korban tidak menurut .

“Tambahin, tambahin, tambahin! Mau hancur di depan? Udah koordinasi sama Demon!” ancam pelaku dalam video tersebut .

Korban yang merasa terintimidasi dan takut kehilangan keselamatan, akhirnya mengeluarkan uang seadanya (sekitar Rp 20.000 – 30.000) yang langsung diambil oleh Demon . Rombongan korban yang ketakutan memutuskan membatalkan rencana perjalanan dan langsung kembali ke penginapan.


👮‍♂️ Bertindak Cepat: Polisi Ringkus “Bang Jago” di Sarangnya

Viralnya video tersebut membuat gerah aparat kepolisian. Kapolrestabes Bandung bergerak cepat, dan dalam hitungan hari, petugas berhasil mengidentifikasi serta mengamankan Demon di lokasi persembunyiannya .

Foto-foto perbandingan yang beredar di media sosial menunjukkan kontras yang mencengangkan. Dari sosok “jagoan” yang garang di jalanan, Demon berubah menjadi pria culun dengan kepala tertunduk lesu saat digiring ke ruang penyidikan Polsek Coblong .


🕵️‍♂️ Hasil Pemeriksaan: Motif Miras di Balik Aksi Koboi

Setelah menjalani pemeriksaan intensif di Polsek Coblong, motif pelaku terungkap. Kapolsek Coblong, Kompol Riki Erickson, menjelaskan bahwa Demon melakukan aksi tersebut karena dipengaruhi oleh minuman keras (miras) .

Menurut keterangan polisi, kejadian itu berlangsung di tengah euforia. Demon dan kawan-kawannya sedang berpesta miras untuk merayakan kemenangan tim kebanggaan mereka.

“Motifnya, jadi pada saat euforia tersebut mereka melakukan minum-minum bersama. Sehingga pada saat itu mungkin kekurangan uang atau bagaimana, mereka meminta uang untuk beli minuman lagi,” ujar Kompol Riki .

Inti dari kasus ini bukanlah soal rivalitas sepak bola, melainkan aksi kriminalitas biasa yang dipicu oleh kebutuhan mendesak untuk membeli alkohol.


🏛️ Status Hukum: Jadi Tersangka, Ancaman 3 Tahun Penjara

Polisi tidak tinggal diam. Kasatreskrim Polrestabes Bandung, AKBP Anton, mengonfirmasi bahwa status Demon telah dinaikkan menjadi tersangka .

Pelaku dijerat dengan pasal pemerasan, tepatnya Pasal 368 KUHP atau Pasal 482 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP . Ancaman pidana yang mengintai Demon adalah penjara paling lama 3 tahun.

AKBP Anton memastikan proses hukum sedang berjalan di Polsek Coblong untuk memberikan efek jera bagi pelaku dan mengembalikan rasa aman di Kota Bandung .


💬 Reaksi Pemerintah: “Jangan Ganggu Warga dan Wisatawan”

Aksi premanisme yang mencoreng muka Bandung ini menarik perhatian hingga ke tingkat provinsi. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, angkat bicara. Ia marah besar dan meminta aparat bertindak tegas.

Dedi mengingatkan bahwa praktik premanisme akan merusak citra Jawa Barat sebagai daerah yang ramah dan aman bagi wisatawan .

“Seluruh warga Jawa Barat, jangan coba-coba melakukan pemalakan premanisme pada siapapun. Baik warga Jabar maupun luar warga Jabar yang berkunjung ke Jawa Barat,” tegas Dedi Mulyadi .

Ia juga mengajak masyarakat untuk mencari rezeki dengan cara yang halal, bukan dengan mengganggu ketertiban umum .

Tinggalkan komentar