Polisi Tangkap Wanita Pengedar Ribuan Liquid Etomidate di Jakarta Timur

Polisi Tangkap Wanita Pengedar Ribuan Liquid Etomidate di Jakarta Timur – Konfirmasi Penangkapan oleh Polisi

Polisi menangkap seorang wanita di Jakarta Timur. Wanita ini diduga mengedar ribuan liquid etomidate. Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Timur melakukan penangkapan pada Kamis lalu. Petugas mengamankan pelaku di sebuah apartemen kawasan Cawang.

Kapolres Metro Jakarta Timur membenarkan penangkapan tersebut. Petugas menggerebek apartemen pelaku sekitar pukul 21.00 WIB. Wanita itu tengah bersiap melakukan transaksi dengan pembeli. Warga sekitar tidak menyadari adanya penggerebekan tersebut.

Baca Juga: Polisi Bekuk Tiga Pelaku Pemalakan Pedagang Bubur di Tanah Abang

Identitas Pelaku

Pelaku berinisial DA, seorang wanita berusia 27 tahun. Ia tinggal sendiri di apartemen mewah tersebut. Sebelumnya, DA bekerja sebagai karyawan swasta. Akan tetapi, dua bulan terakhir ia beralih profesi menjadi pengedar.

DA mengaku mendapat barang dari seorang bandar di luar negeri. Mereka mengirim barang melalui jalur kargo laut. Kedua belah pihak menggunakan mata uang kripto untuk sistem pembayaran. Dengan cara ini, bandar berusaha menghindari pelacakan polisi.

Barang Bukti yang Diamankan

Polisi menyita ribuan botol liquid etomidate dari tangan DA. Jumlah pastinya mencapai 3.500 botol. Setiap botol berisi lima mililiter cairan berbahaya ini. Selain itu, petugas juga menemukan timbangan digital di lokasi.

Polisi juga mengamankan uang tunai Rp75 juta dari pelaku. Uang itu diduga hasil penjualan selama sebulan terakhir. Petugas turut menyita dua unit ponsel milik DA. Satu unit laptop juga ikut menjadi barang bukti.

Bahaya Liquid Etomidate bagi Masyarakat

Liquid etomidate termasuk zat anestesi kuat. Dokter biasanya menggunakan zat ini untuk bius total saat operasi. Namun belakangan ini, oknum tidak bertanggung jawab menyalahgunakan zat tersebut sebagai obat terlarang. Efeknya mirip dengan ekstasi, tetapi jauh lebih berbahaya.

Pengguna liquid etomidate dapat mengalami henti napas mendadak. Jantung mereka juga bisa berhenti berdetak secara tiba-tiba. Di samping itu, zat ini menyebabkan kerusakan otak permanen. Fakta di lapangan menunjukkan banyak korban meninggal dunia setelah memakainya.

Kronologi Pengungkapan Kasus

Polisi mulai mencurigai DA sejak dua pekan lalu. Petugas menerima laporan dari warga sekitar. Laporan itu menyebut banyak pemuda keluar masuk apartemen DA pada malam hari. Mereka terlihat linglung setelah keluar dari apartemen tersebut.

Setelah menerima laporan, tim langsung melakukan penyelidikan secara diam-diam. Petugas memasang kamera pengintai di lorong apartemen. Selanjutnya, tim juga menyamar sebagai pembeli potensial. Setelah mengumpulkan cukup bukti, polisi langsung bergerak cepat menangkap DA.

Hasil Pemeriksaan dan Pengakuan Pelaku

Hasil pemeriksaan menunjukkan DA baru tiga bulan beraksi. Selama periode itu, ia sudah menjual sekitar 2.000 botol. Target pasarnya adalah kalangan muda di Jakarta Timur. Untuk harga jual, DA membanderol satu botol liquid etomidate seharga Rp250 ribu.

DA mengaku mendapat keuntungan besar dari bisnis ini. Setiap botol memberikan laba bersih Rp150 ribu baginya. Dengan perhitungan itu, dalam sebulan ia bisa meraup hingga Rp300 juta. Kemudian, ia menggunakan uang itu untuk gaya hidup mewah.

Pasal Hukum yang Dijeratkan

Polisi menjerat DA dengan Pasal 196 dan 197 UU Nomor 36 Tahun 2009. Undang-undang ini mengatur tentang kesehatan. Ancaman hukumannya mencapai maksimal 15 tahun penjara. Selain itu, denda yang mengancam DA mencapai Rp1,5 miliar.

Polisi juga menjerat DA dengan Pasal 114 ayat 2 UU Narkotika. Pasal ini mengatur tentang peredaran gelap narkotika golongan I. Ancaman hukumannya paling berat, yaitu hukuman mati. Selanjutnya, jaksa akan menentukan pasal mana yang paling tepat untuk DA.

Imbauan Polisi kepada Masyarakat

Kapolres Metro Jakarta Timur mengimbau orang tua untuk lebih waspada. Menurutnya, anak muda kini rentan terhadap zat terlarang jenis baru. Liquid etomidate sulit dikenali karena bentuknya seperti air biasa. Kemasannya juga mirip dengan cairan vape pada umumnya.

Polisi meminta masyarakat segera melapor jika menemukan hal mencurigakan. Laporan dini sangat membantu proses pencegahan. Pihak kepolisian akan merahasiakan identitas pelapor. Oleh karena itu, jangan takut karena polisi siap melindungi masyarakat.

Respons Warga Sekitar

Warga sekitar apartemen merasa terkejut dengan penangkapan ini. Selama ini mereka tidak curiga sedikit pun kepada DA. Dari penampilannya, DA terlihat seperti wanita biasa yang sopan. Tidak ada tetangga yang menyangka ia mengedar barang berbahaya.

Beberapa tetangga mengaku melihat aktivitas mencurigakan. Namun mereka mengira DA hanya seorang reseller produk kecantikan. Kini mereka bersyukur karena polisi bertindak cepat. Dengan penangkapan ini, lingkungan apartemen menjadi lebih aman.

Langkah Lanjutan dari Kepolisian

Polisi masih memburu bandar utama DA hingga saat ini. Petugas menganalisis percakapan di ponsel pelaku. Tim juga menelusuri aliran uang kripto tersebut. Selanjutnya, polisi akan mencegah pengiriman liquid etomidate berikutnya.

Pihak kepolisian memperkuat kerja sama dengan Bea Cukai. Mereka akan memeriksa setiap pengiriman kargo laut lebih ketat. Polisi juga mengimbau pengelola apartemen untuk lebih selektif. Pengelola perlu memverifikasi data penghuni secara berkala.

Proses Hukum Selanjutnya

Berkas perkara DA sudah memasuki tahap satu saat ini. Penyidik masih melengkapi dokumen yang diperlukan. Setelah rampung, mereka akan melimpahkan berkas ke kejaksaan. Sidang perdana akan digelar dalam waktu dekat.

DA kini menjalani penahanan di Rumah Tahanan Polres Metro Jakarta Timur. Ia menghadapi ancaman hukuman berat. Keluarga telah menunjuk pengacara untuk mendampinginya. Publik dapat memantau kasus ini melalui kanal resmi polisi.

Tinggalkan komentar