Polri dan FBI Bongkar Kasus Penipuan Global, Kerugian Rp343 Miliar

Polri dan FBI Bongkar Kasus Penipuan Global, Kerugian Rp343 MiliarBareskrim Polri bersama Federal Bureau of Investigation (FBI) Amerika Serikat berhasil membongkar jaringan penipuan siber global. Kerugian dari kasus ini mencapai lebih dari US$20 juta atau sekitar Rp343 miliar . Operasi gabungan ini melibatkan Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri dan Kantor Lapangan FBI Atlanta .

FBI menyebut jaringan penipuan ini memungkinkan para pelaku mencuri ribuan data kredensial milik korban. “Dan melakukan upaya penipuan senilai lebih dari $20 juta,” demikian pernyataan FBI dalam keterangan resminya, Rabu (15/4) .

Baca Juga: Menteri HAM Pigai Tolak JK Dipolisikan: Tidak Ada Manfaatnya

Modus Operandi: Platform Phishing “W3LL Store”

Situs ini menjadi “supermarket” alat kejahatan siber yang menyediakan berbagai perangkat lunak jahat . Para pelaku dapat membeli tools tersebut untuk mencuri kredensial akun secara massal di seluruh dunia.

“Tools yang diperoleh (dari situs) terbukti dapat digunakan untuk aksi phishing, termasuk mencuri kredensial dan mengambil alih akun korban,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir .

Cara Kerja Tools Phishing yang Canggih

Alat ini bekerja dengan cara menyedot data korban pada saat memasukkan username dan password . Kemampuan tools ini bahkan lebih mengerikan lagi. Ia mampu mengambil session login sehingga pelaku dapat mengakses akun tanpa perlu kode OTP (One Time Password) .

Ini berarti sistem keamanan berlapis seperti autentikasi dua faktor pun dapat ditembus. Agen Khusus FBI Atlanta, Marlo Graham, menyebut platform ini sebagai “kejahatan siber layanan lengkap” .

Dalam proses penyelidikan, Bareskrim bekerja sama dengan FBI. Tujuannya mengidentifikasi korban di Amerika Serikat sekaligus menelusuri jaringan pengguna tools tersebut .

Dua Tersangka Ditangkap di Kupang

Hasil penyelidikan mengarah pada dua pelaku utama. Mereka berinisial GWL dan FYTP. Keduanya berhasil ditangkap penyidik di wilayah Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Kamis (9/4) .

Polri merinci peran masing-masing tersangka:

  • GWL berperan sebagai pembuat sekaligus pengelola tools dan sarana distribusi

  • FYTP bertugas mengelola aliran dana hasil kejahatan melalui kripto dan rekening bank

Para pelaku tidak hanya menyasar korban di dalam negeri. Mereka juga menargetkan korban di luar negeri, termasuk Amerika Serikat. “Modus transaksi pun beralih dari situs web ke Telegram dengan pembayaran berbasis kripto,” jelas Johnny .

Penyitaan Aset dan Keuntungan Puluhan Miliar

Dalam penangkapan tersebut, penyidik turut menyita aset senilai sekitar Rp4,5 miliar. Aset tersebut berupa rumah, kendaraan, dan barang elektronik .

Hasil penelusuran transaksi sejak 2021 hingga 2026 sangat mengejutkan. Kedua tersangka diperkirakan telah meraup keuntungan hingga Rp25 miliar .

Platform yang Sudah Beroperasi Sejak 2017

Investigasi lebih lanjut mengungkap bahwa pelaku ancaman di balik layanan ilegal ini telah aktif sejak 2017. Mereka sebelumnya pernah mengembangkan alat spam email massal seperti PunnySender dan W3LL Sender .

Laporan dari Group-IB asal Singapura pada 2023 pertama kali mengungkap keberadaan W3LL Store. Pasar gelap ini melayani sekitar 500 pelaku ancaman. Mereka dapat membeli akses perangkat phishing W3LL Panel dengan alat kejahatan siber lainnya untuk serangan penipuan email bisnis .

Perusahaan keamanan Prancis, Sekoia, juga mengungkap analisis perangkat phishing Sneaky 2FA. Alat tersebut menggunakan kembali beberapa bagian kode dari W3LL Store. Versi bajakan dari perangkat lunak ini telah beredar sejak beberapa tahun lalu .

Kerja Sama Internasional yang Bersejarah

Kantor FBI di Atlanta menyampaikan apresiasi tinggi kepada Polri. Operasi ini disebut sebagai kerja sama pertama antara AS dan Indonesia dalam menindak pengembang perangkat phishing .

“Keberhasilan ini sekaligus memperkuat kepercayaan global terhadap Indonesia dalam menjaga stabilitas dan keamanan ekosistem digital internasional,” ujar Johnny .

FBI berkoordinasi dengan Polri untuk mengamankan kunci domain phishing. Tanpa perangkat yang sudah diamankan oleh penegak hukum, penjahat siber di seluruh dunia kehilangan akses ke akun korban yang telah mereka bobol .

Pengembangan Kasus dan Langkah Lanjutan

Saat ini, penyidik masih terus melakukan pengembangan. Mereka menelusuri pihak-pihak lain yang terlibat, termasuk para pembeli dan pengguna phishing tools tersebut .

Polri menegaskan komitmennya dalam memberantas kejahatan siber lintas negara. “Ini membuktikan bahwa Indonesia bukan tempat aman bagi pelaku kejahatan siber. Kami akan terus menindak tegas dan mengembangkan kasus ini hingga ke jaringan yang lebih luas,” tegas Johnny .

Kesimpulan

Pengungkapan kasus penipuan global senilai Rp343 miliar ini menjadi bukti nyata efektivitas kerja sama internasional. Polri dan FBI berhasil membongkar sindikat phishing canggih yang beroperasi menggunakan platform W3LL Store.

Dua tersangka yang ditangkap di Kupang telah meraup keuntungan hingga Rp25 miliar sejak 2021. Polisi menyita aset senilai Rp4,5 miliar sebagai barang bukti. Operasi ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam menjaga keamanan ekosistem digital global.

Tinggalkan komentar