Geger Penemuan Mayat Pria Nyaris Telanjang di Jombang, Leher Tergorok

Geger Penemuan Mayat Pria Nyaris Telanjang di Jombang, Leher TergorokWarga Desa Galengdowo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria. Jasad tersebut tergeletak di pinggir jalan setempat pada Kamis (16/4/2026) pagi. Kondisi mayat sangat mengenaskan karena nyaris tanpa busana. Leher pria tersebut juga tergorok dengan luka yang cukup dalam.

Baca Juga: Polres Serang Ringkus 2 Pengamen Saat Jual Motor Curian Via Online

Kapolsek Wonosalam, AKP Suyitno, membenarkan adanya temuan mayat tersebut. “Benar, kami menerima laporan dari warga sekitar pukul 07.00 WIB. Anggota kami langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP),” ujarnya kepada wartawan, Kamis (16/4/2026).

Kondisi Jasad yang Mengenaskan

Saat ditemukan, mayat pria tersebut hanya mengenakan celana dalam. Seluruh tubuhnya penuh dengan luka lebam dan goresan. Luka paling parah berada di bagian leher yang tergorok hampir melingkar.

“Korban laki-laki dengan perkiraan usia sekitar 35 hingga 40 tahun. Kami belum bisa mengidentifikasi identitasnya karena tidak ditemukan kartu identitas di lokasi,” jelas AKP Suyitno.

Warga sekitar yang pertama kali melihat jasad tersebut mengaku kaget sekaligus ketakutan. “Saya kaget melihat ada orang tergeletak. Saya pikir orang mabuk, tapi setelah didekati, ternyata sudah meninggal. Lehernya putus hampir,” ujar Supriyadi (45), seorang warga setempat.

Olah TKP dan Temuan Awal

Tim Inafis (Indonesia Automatic Fingerprint Identification System) Polres Jombang langsung melakukan olah TKP. Mereka mengumpulkan barang bukti dan merekam jejak digital di lokasi kejadian.

Petugas menemukan beberapa hal mencurigakan di sekitar TKP. Pertama, terdapat jejak ban kendaraan yang tidak biasa di pinggir jalan. Jejak tersebut diduga berasal dari kendaraan yang digunakan pelaku untuk membuang korban.

Kedua, polisi menemukan bercak darah yang tidak hanya di lokasi jasad. Bercak darah juga terlihat di beberapa titik sepanjang 50 meter dari lokasi penemuan. Polisi menduga korban dibuang dalam keadaan sudah terluka parah atau sudah meninggal.

“Kami masih menyelidiki apakah lokasi ini tempat kejadian perkara utama atau hanya lokasi pembuangan. Bercak darah yang memanjang mengindikasikan adanya pergerakan,” terang AKP Suyitno.

Dugaan Sementara

Berdasarkan kondisi luka di leher, polisi menduga korban meninggal akibat kekerasan benda tajam. Senjata yang digunakan diduga golok atau parang dengan bilah yang cukup besar.

“Luka di leher sangat dalam dan hampir memutuskan tulang leher. Ini mengindikasikan kekerasan yang sangat kuat. Bukan kecelakaan atau bunuh diri,” ungkap Kapolres Jombang AKBP Eko Wahyu melalui keterangan tertulis.

Polisi juga belum bisa memastikan apakah korban meninggal di lokasi atau dibuang dalam kondisi sudah meninggal. Hal ini masih memerlukan hasil visum dari rumah sakit.

“Dari kondisi luka, korban diduga sudah meninggal sekitar 6 hingga 8 jam sebelum ditemukan. Jadi perkiraan kematian antara Kamis dini hari sekitar pukul 23.00 hingga 01.00 malam,” imbuhnya.

Upaya Identifikasi Korban

Tim medis telah mengevakuasi jasad korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang. Pihak rumah sakit akan melakukan visum et repertum untuk kepentingan penyidikan.

Polisi masih kesulitan mengidentifikasi korban. Tidak ada kartu identitas, dompet, atau barang pribadi lain yang ditemukan di lokasi.

“Kami mengimbau masyarakat yang kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri pria usia 35-40 tahun untuk segera melapor ke Polsek Wonosalam atau Polres Jombang,” imbau AKP Suyitno.

Ciri-ciri korban yang dapat dikenali antara lain rambut hitam pendek, tinggi sekitar 165 cm, berat badan sekitar 60 kg. Korban memiliki tanda lahir di lengan kiri bagian atas. Jasad juga ditemukan dengan kondisi jari-jari tangan yang terlihat bersih dari kerak kotoran. Polisi menduga korban berasal dari kalangan menengah ke atas karena kondisi kuku dan tangannya yang terawat.

Langkah Polisi dan Pengembangan Kasus

Polisi masih memburu pelaku pembunuhan ini. Motif pembunuhan juga masih dalam penyelidikan mendalam. Apakah ini kasus perampokan, cemburu, atau balas dendam masih menjadi pertanyaan.

“Kami masih memeriksa saksi-saksi, termasuk warga yang pertama kali menemukan jasad. Kami juga akan memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi,” jelas AKBP Eko Wahyu.

Kapolres Jombang berharap masyarakat dapat membantu memberikan informasi. “Apabila ada yang melihat kendaraan mencurigakan di sekitar lokasi pada Rabu malam hingga Kamis dini hari, segera laporkan ke kantor polisi terdekat,” pintanya.

Imbauan untuk Masyarakat

Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Polisi mengimbau agar tidak melintasi tempat sepi sendirian pada malam hari.

“Jika terpaksa bepergian malam, usahakan berdua atau lebih. Pastikan juga kendaraan dalam kondisi prima dan bahan bakar cukup,” pesan AKP Suyitno.

Warga juga diimbau untuk segera melapor jika melihat aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar. Kerja sama antara masyarakat dan aparat sangat diperlukan untuk mengungkap kasus ini.

“Sampai saat ini, kami masih terus bekerja. Kami mohon doa dan dukungan dari masyarakat agar kasus ini segera terungkap,” pungkas AKBP Eko Wahyu.

Kesimpulan

Penemuan mayat pria nyaris telanjang dengan leher tergorok di Jombang mengguncang warga setempat. Jasad korban ditemukan di pinggir jalan Desa Galengdowo, Kecamatan Wonosalam, pada Kamis pagi.

Polisi masih kesulitan mengidentifikasi korban karena tidak ditemukannya kartu identitas. Tim Inafis terus melakukan olah TKP dan mengumpulkan barang bukti. Motif pembunuhan masih dalam penyelidikan, apakah perampokan, cemburu, atau balas dendam.

Polisi mengimbau masyarakat yang kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri serupa untuk segera melapor. Kerja sama masyarakat sangat dibutuhkan untuk mengungkap kasus ini dan menangkap pelaku.

Tinggalkan komentar